Selasa, 15 Februari 2011

Sepak Bola Modern ala Riedl


Sejak mengambil alih posisi sebagai pelatih tim nasional Indonesia, Mei tahun lalu, Alfred Riedl selalu menanamkan filosofi menyerang di dalam timnya. Tak masalah siapa lawannya, tim nasional akan selalu bermain keluar menyerang.

Bisa kita lihat pada turnamen Piala AFF lalu di mana Riedl selalu memberi instruksi timnya untuk bermain terbuka. Hasilnya, tim nasional berhasil memenangkan enam dari tujuh laga di turnamen regional tersebut.

Melawan tim kelas dunia, seperti Uruguay, Riedl juga menerapkan filosofi yang sama. "Tim Merah-Putih" bahkan sanggup unggul lebih dulu, sebelum akhirnya perbedaan stamina dan kualitas pemain-pemain Uruguay mengubah hasil pertandingan.

Di mata kedua asistennya, Widodo Cahyono Putro dan Wolfgang Pikal, Riedl telah memberi kemajuan pesat pada permainan tim nasional Indonesia yang selalu penuh gairah.

"Alfred ini mengembangkan sepak bola modern dalam kepelatihannya dan secara tidak langsung saya juga belajar dari dia. Banyak manfaat yang saya ambil dari dia, meski dia keras, disiplin, tetapi sepak bola yang benar dan bagus memang seperti itu," kata Widodo, Selasa (15/2/2011).

Widodo melanjutkan, Riedl selalu menolak adanya intervensi pihak luar kepada timnya. "Tapi, kalau sekadar masukan positif, Alfred pasti terima. Yang jelas, Alfred tidak mengajarkan individu untuk menjadi bintang dalam timnya, tetapi ia justru menjadikan timnya secara keseluruhan menjadi bintang," sambung Widodo.

Riedl juga dikenal sebagai sosok yang sangat detail dalam hal-hal kecil pada sesi latihannya. Ia selalu tahu jika pemainnya melakukan kesalahan dan langsung melakukan koreksi.

"Dia benar-benar bisa mengerti pemain karena dia dulu juga pemain di tim nasional Austria. Untuk saya, kerja sama dengan dia sangat gampang, enak, saya banyak belajar, dan dia juga sangat komunikatif. Dia juga mau terima masukan dari saya dan Widodo," kata Pikal.

Kelebihan lain dari Riedl adalah kemampuannya mencium bakat-bakat muda terbaik Indonesia. Dengan kerja sama yang harmonis bersama Badan Tim Nasional, Riedl berani memanggil pemain-pemain belia, seperti Oktovianus Maniani dan Yongki Aribowo. Terbukti, ketiganya sukses menjadi pilar baik di tim nasional senior atau U-23.

"Saya optimistis kita bakal sukses bersama Riedl, dengan catatan, semua juga mendukung kami," tuntas Widodo.

Sumber : http://bola.kompas.com/read/2011/02/15/17342920/Sepak.Bola.Modern.ala.Riedl

Baca Juga



1 komentar: