Sabtu, 22 Oktober 2011

Sekilas Tentang Cardiac Arrest


Cardiac Arrest atau biasa dikenal dengan gagal jantung merupakan salah satu penyebab kematian mendadak dewasa ini. Bahkan, beberapa olahragawan ada yang mengalami Cardiac Arrest ketika tengah bertanding di lapangan dan meninggal dunia beberapa menit setelahnya. Mari sekilas mengenal Cardiac Arrest.


1. Apakah Cardiac Arrest itu?

Jantung memiliki sistem hantaran listrik yang mengontrol irama dan denyut jantung. Jika terjadi gangguan pada sistem hantaran listrik jantung, dapat menimbulkan abnormalitas irama jantung yang disebut arrhythmias. Arrhythmia,bisa berupa : jantung berdenyut terlalu cepat, bisa juga terlalu lambat, atau bahkan berhenti berdenyut. Berhentinya jantung berdenyut secara tiba-tiba disebut cardiac arrest.

Ada banyak kemungkinan penyebab cardiac arrest. Misalnya, penyakit jantung koroner, kelemahan jantung, kelainan aliran listrik jantung, bahkan ada yang belum diketahui penyebabnya. Jika cardiac arrest terjadi, dan tanpa pertolongan, dapat menyebabkan kematian penderita dalam beberapa menit.

2. Apakah sama dengan perhentian jantung Serangan jantung atau “angin duduk” seperti sebutan penyakit dalam khazanah tradisional di Indonesia?

Cardiac arrest, sedikit berbeda dengan istilah kejang jantung (angin duduk; menurut istilah tradisional). Angin duduk dalam istilah tersebut lebih didefenisikan dengan gejala penyakit jantung koroner, yang berupa gejala : dada terasa nyeri, seperti ditindih batu besar, sehingga tidak bisa bernapas, keringat dingin, bahkan mual dan muntah. (Penyakit jantung iskemik ini disebabkan berkurangnya pasokan oksigen dan menurunnya aliran darah ke otot jantung).

3. Apakah yang menjadi pemicu utama Cardiac Arrest?

Pemicu umum cardiac arrest yang menyebabkan kematian mendadak adalah penyakit jantung koroner, demikian pula sebagian besar diakibatkan terjadi loncatan listrik pada impuls jantung sehingga denyutan jantung menjadi sangat cepat (ventricular tachycardia) atau terjadi kesemrawutan denyut jantung (ventricular fibrilasi) bahkan bisa terjadi keduanya. Denyutan yang luar biasa ini dapat menyebabkan jantung berhenti mendadak. Penyebab lainnya dapat terjadi sebaliknya yaitu perlambatan denyut jantung (bradycardia) yang diakibatkan oleh penyakit kronis hati, kegagalan pernapasan, dan keracunan obat (Intoksikasi), serta idiopatik.

4. Bagaimana pertolongannya?


Kematian otak permanen hanya dalam beberapa saat setelah seseorang mengalami henti jantung. Perhentian jantung dapat di-recovery jika orang tersebut mendapat pertolongan dirawat dalam beberapa menit pertama dengan bantuan Automatic External Defibrillation (AED) yaitu dengan bantuan sengatan listrik ke jantung untuk memulihkan denyut jantung (Proses ini disebut defibrillation).

Korban jatuh dapat dikurangi sekitar 7 sampai dengan 10 persen setiap menit, dibanding tanpa bantuan defibrillation dan CPR. Sehingga ini menyadarkan kita pentingnya 10 menit pertama serangan.

Diperkirakan lebih dari 95 persen dari cardiac arrest diakhiri dengan korban meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit. Di kota-kota yang memiliki fasilitas defibrillation yang diberikan bantuan dalam waktu 5 sampai 7 menit pertama serangan, dapat meningkatkan harapan hidup sekitar 30-45 persen.Dengan melakukan CPR (Cardiac Pulmonary Resuscitation) dini dan dikombinasikan dengan bantuan defibrillation (AEDs) akan sangat menolong. Jika Anda mendapatkan kasus seperti ini secepatnya panggil ambulance / tim medis dan lakukan CPR untuk pertolongan pertama.

Sumber

Baca Juga



Tidak ada komentar:

Posting Komentar