Selasa, 03 Mei 2011

Cara Menghitung Nilai SNMPTN


Untuk menembus sebuah program studi pada ujian tulis/keterampilan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), peserta SNMPTN perlu nilai yang cukup, sesuai dengan standar minimal yang ditetapkan panitia. Bagaimana cara hasil ujian SNMPTN dihitung?

Keputusan seseorang diterima di satu program studi atau tidak, tergantung pada rangking nilai ujian tulis/keterampilan SNMPTN dan daya tampung yang dimiliki tiap program studi. Sistem penilaian ini melibatkan pembobotan dan perangkingan dalam tiap tes yang diujikan.

Ujian tulis/keterampilan SNMPTN meliputi tes potensi akademik (TPA), tes bidang studi prediktif (TBSP), dan uji keterampilan. Tiap tes memiliki bobot penilaian berbeda.

Program studi yang tidak menyertakan ujian keterampilan menyajikan bobot 30 persen untuk TPA dan 70 persen untuk TBSP. Sementara, program studi dengan tes keterampilan membagi bobot penilaian menjadi TPA dan TBSP 50 persen, serta ujian keterampilan 50 persen.

Penilaian hasil ujian SNMPTN menggunakan ketentuan jawaban benar: +4, jawaban salah: -1, dan tidak menjawab: 0.

Setiap mata ujian akan dinilai berdasarkan peringkat dengan skala 0-100 sebelum nilai tersebut dijumlahkan. Jadi, peserta SNMPTN harus mengerjakan semua mata ujian sebaik mungkin, dan tidak mengabaikan salah satu mata ujian.

Setelah nilai ujian didapat, langkah selanjutnya adalah pembobotan hasil ujian. Nilai TPA dikali 0,3 (30 persen); serta nilai TBSP masing-masing dikali 0,1 karena ada tujuh bidang studi, sehingga total bobot TBSP 70 persen. Hasil perhitungan ini adalah nilai mentah. Peserta SNMPTN akan mendapatkan rangking per bidang studi di program studi yang dipilih.

Kemudian, nilai mentah tersebut kemudian akan dipersentilkan dengan rumus 100, yakni 1 dikurangi rangking dibagi jumlah peserta. Dengan catatan, rangking dan jumlah peserta tersebut adalah rangking dan jumlah peserta yang memilih jurusan tertentu.

Nilai persentil tiap bidang studi kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan nilai tertentu. Nilai terakhir itulah yang akan dijumlahkan dan dirangking, kemudian dipotong sesuai daya tampung suatu prodi.

Setiap peserta SNMPTN akan mendapatkan peringkat jurusan yang dipilih. Jika peserta SNMPTN memilih dua program studi, maka peserta akan memiliki dua rangking.

Sumber : http://kampus.okezone.com/read/2011/05/03/373/452703/cara-menghitung-nilai-snmptn

Baca Juga



2 komentar: